Hukum Menarik Hibah Kembali PDF Cetak Surel
Kamis, 31 May 2012 14:07

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Bapak Pengasuh yang saya hormati, ada persoalan hibah yang ingin saya tanyakan kepada Bapak. Begini Pak, ada seseorang yang telah menghibahkan sebidang tanah kepada orang lain. Tetapi karena ada persoalan ia kemudian menarik kembali hibahnya. Pertanyaannya adalah:

Apakah boleh seseorang menarik kembali harta yang telah dihibahkan kepada orang lain atau kepada sebuah lembaga?

Siapa saja sebenarnya yang boleh mendapatkan hibah dan yang tidak boleh?

Demikian pertanyaan saya, atas tanggapannya saya ucapkan terimakasih.

Wassalamu'alaikum wr. Wb.

Dari Hj. Deliana Abd. Hamid di Bintaro Jaya IX

Tanggapan Pengasuh

Wa'alaikumussalam Wr. Wb.

Ibu Hj. Deliana Abd. Hamid yang pengasuh hormati.  Tentang hibah, ia adalah harta yang diberikan atau dihadiahkan dengan sukarela dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah dan mencari keridhaan-Nya. Dengan demikian maka orang yang meng-hibahkan hartanya harus ikhlas, tidak mengharapkan apa-apa kecuali hanya untuk mencari keridhaan Allah dan bertaqarrub kepada-Nya.

Lalu bolehkah seseorang yang telah meng-hibahkan hartanya kemudian menarik kembali? Dalam hal ini jumhur Ulama berpendapat bahwa pemberi hibah tidak boleh mencabut kembali hibahnya dalam keadaan apapun, kecuali hibah ayah terhadap anaknya. Alasan jumhur Ulama adalah sabda Nabi SAW sebagai berikut: "Orang yang menarik kembali hibahnya sama seperti anjing yang menjilat muntahnya."(HR. Abu Daud dan Nasa`i). Dalam hadis lain Nabi SAW bersabda: "Tidak seorang pun yang boleh menarik kembali hibahnya (pemberiannya) kecuali pemberian ayah kepada anaknya."(HR. Abu Daud, Ibnu Majah, at-Tirmizi dan an-Nasa`i).

Akan tetapi Ulama Mazhab Hanafi berpendapat lain. Mereka berpendapat bahwa aqad hibah itu tidak mengikat, oleh sebab itu pemberi hibah boleh saja mencabut kembali hibahnya. Alasanj yang mereka kemukakan adalah sabda Nabi SAW: "Orang yang meng-hibahkan harta lebih berhak terhadap hartanya, selama hibahnya itu tidak dibarengi dengan ganti rugi."(HR. Ibnu Majah, ad-Daruquthni, at-Turmuzi, at-Tabrani dan al-Hakim)

Menurut hemat pengasuh, jika tidak ada alasan syar'i yang membolehkannya hendaknya jangan mencabut kembali hibah yang telah diberikannya. Alasan syar'i yang dimaksud misalnya harta yang dihibahkannya itu dipergunakan untuk maksiat dan hal-hal lain yang diharamkan agama.

Kemudian siapa saja yang berhak menerima sedekah dan yang tidak berhak? Dalam fikih Sunnah dinyatakan bahwa orang yang diberi hibah disyaratkan:

Benar-benar ada di waktu diberi hibah. Bila tidak benar-benar ada, atau diperkirakan adanya, misalnya dalam bentuk janin, maka hibah tidak sah.

Apabila orang yang diberi hibah itu ada di waktu pemberian hibah, akan tetapi dia masih kecil atau gila, maka hibah itu diambil oleh walinya, atau pemeliharanya, atau orang yang mendidiknya sekalipun dia orang asing.

Kesimpulannya adalah bahwa orang yang berhak menerima hibah adalah benar-benar ada di waktu menerima hibah, masih hidup, tidak dalam bentuk janin. Jika orangnya tidak ada, sudah mati, atau ada dalam bentuk janin, maka hibahnya tidak sah/tidak boleh. Jika orang yang mau diberi hibah masih kecil atau gila, maka ia tetap berhak menerima, tetapi yang berhak mengambil dan mengurusnya adalah walinya, pemeliharanya atau yang mendidiknya.

Demikian tanggapan pengasuh, semoga bermanfaat bagi kita semua. Amien.

 

 

Warning: getimagesize(images/stories/foto%20rektor%20uhamka.jpg) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/tabloid7/public_html/plugins/content/smartresizer.php on line 336

Warning: getimagesize(images/stories/1.foto-reuni%20pkp.jpg) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/tabloid7/public_html/plugins/content/smartresizer.php on line 336

Warning: getimagesize(images/stories/2.foto-reuni%20pkp.jpg) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/tabloid7/public_html/plugins/content/smartresizer.php on line 336

Warning: getimagesize(images/stories/foto-syriah%20eokonomi.jpg) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/tabloid7/public_html/plugins/content/smartresizer.php on line 336

Warning: getimagesize(images/stories/1.foto-%20wokshop%20jes.jpg) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/tabloid7/public_html/plugins/content/smartresizer.php on line 336

Warning: getimagesize(images/stories/1.foto-%20wokshop%20jes.jpg) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/tabloid7/public_html/plugins/content/smartresizer.php on line 336

Warning: getimagesize(images/stories/foto%20jes.jpg) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/tabloid7/public_html/plugins/content/smartresizer.php on line 336

Warning: getimagesize(images/stories/foto-kh.%20a%20ryosidi.jpg) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/tabloid7/public_html/plugins/content/smartresizer.php on line 336